DPD KAI Jakarta Apresiasi Kinerja Puspom TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM

DPD KAI Jakarta Apresiasi Kinerja Puspom TNI Dalam Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis HAM

Jakarta, NUSANTARAPOS — Penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus mendapatkan perhatian sejumlah pihak, tak terkecuali Ketua Dewan Pengurus Daerah Kongres Advokat Indonesia DKI Jakarta, Dr. MM. Ardy Mbalembout, SH., MH., MClarb. Pria asal NTT yang konsen dalam pendampingan hukum, baik di dalam dan luar pengadilan itu pun memberikan pandangannya terhadap kinerja Polisi Militer (POM TNI).

Menurut Ardy Mbalembout apa yang dilakukan oleh POM TNI sudah selayaknya mendapatkan apresiasi positif dari publik serta pengamat hukum atas langkah cepat, tegas, dan transparannya. Puspom TNI dinilai serius menangkap oknum prajurit yang terlibat untuk menghindari impunitas. “Ada beberapa poin penting dalam kinerja Puspom TNI terhadap penegakan hukum penyiraman air keras menurut pandangan publik dan hukum.

Diantaranya adalah respon cepat dan transparansi, dimana TNI patut dapat dipuji karena kesigapannya dalam mengusut kasus, mengamankan terduga pelaku (termasuk perwira) dalam waktu singkat, serta membuka informasi kepada publik,” katanya di Jakarta, Senin (30/3/2026). Ardy menjelaskan adanya ketegasan dalam internal TNI (no impunity), tindakan tegas terhadap anggota yang terlibat (oknum BAIS/perwira) mengirimkan pesan kuat bahwa TNI tidak memberikan ruang bagi imunitas, bahkan ketika perkara melibatkan anggotanya sendiri.

“Selain itu, penegakan hukum berjalan kolaboratif antara Polda Metro Jaya dan Puspom TNI, memastikan fakta hukum yang ditemukan penyidik Polri terintegrasi dalam proses hukum militer,” ujarnya.

IMG-20260331-WA00401.jpg
Foto kebersamaan keluarga besar Kongres Advokat Indonesia dibawah komando almarhum Indra Sahnun Lubis yang kini berlanjut kepada Siti Jamaliah Lubis.
 
Efektivitas Peradilan Militer

Pakar Hukum menilai penerapan peradilan militer dalam kasus ini adalah langkah tepat (lex specialis) yang menjamin kepastian hukum dan penanganan khusus untuk kejahatan serius.

Apresiasi Tingkat Tinggi:

Langkah cepat TNI mendapatkan apresiasi dari pemerintah dan publik, yang memandang penanganan ini sebagai bukti profesionalisme dan komitmen penegakan hukum tanpa pandang bulu.

Meskipun ada beberapa, tuntutan dari sebagian elemen masyarakat agar oknum TNI yang terlibat dalam tindak pidana umum seperti ini diadili di peradilan umum untuk menjamin transparansi maksimal. Ardy Mbalembout menilai Secara umum, kinerja Pom TNI pada kasus ini dinilai sebagai ujian integritas yang berhasil dijawab dengan kecepatan dan komitmen nyata. Bahwa TNI punya pengadilan militer yang diatur dalam undang-undang kita. “Puspom TNI akan transparan dalam menyidik dan menyidangkan para terduga. Masyarakat dipersilahkan untuk ikut serta berpartisipasi mengawasi langsung dalam proses peradilan para terduga,” pungkas Ardy yang juga Ketua Umum TEGAS tersebut.

TEGAS

TEGAS bermaksud menghimpun, membina, memajukan Hukum, Keamanan, Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan Sosial Indonesia melalui kegiatan sosial, diskusi dan pembekalan dalam bidang Sosial Kemandirian untuk kepentingan kemanusiaan dan Hak-hak azasi manusia.

Map

© tarunaemasgenerasibangsa-Tegas.com. All Rights Reserved.

Apresiasi POM TNI, Ketum TEGAS: Kasus Penyiraman Air Keras Ditangani Cepat dan Transparan

Apresiasi POM TNI, Ketum TEGAS: Kasus Penyiraman Air Keras Ditangani Cepat dan Transparan

JAKARTA, BERITAMONETER.COM – Ketua Umum Taruna Emas Generasi Bangsa (TEGAS), Dr MM Ardy Mbalembout, S.H., M.H., McIarb, memberikan apresiasi terhadap kinerja Polisi Militer TNI (Pom TNI) dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis, seperti yang terjadi pada Andrie Yunus pada Maret 2026.

Menurut Ardy, langkah cepat, tegas, dan transparan yang dilakukan Puspom TNI menunjukkan keseriusan institusi militer dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggotanya sendiri.

“Publik dan pengamat hukum patut memberikan apresiasi atas respons cepat Pom TNI dalam mengusut kasus ini, termasuk mengamankan terduga pelaku dalam waktu singkat serta membuka informasi secara transparan,” ujar Ardy dalam keterangannya.

Ardy menilai, kesigapan TNI dalam menangani perkara ini menjadi indikator penting profesionalisme institusi. Penangkapan terduga pelaku, termasuk yang berasal dari kalangan perwira, dinilai sebagai langkah berani untuk memastikan tidak adanya impunitas di tubuh TNI.

Sosok yahg juga merupakan praktisi hukum di Lawfirm Ardy Mbalembout ini menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa setiap pelanggaran hukum, siapa pun pelakunya, akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, Ardy juga menyoroti sinergi antara Polda Metro Jaya dan Puspom TNI dalam mengungkap kasus ini. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat proses penegakan hukum melalui integrasi fakta-fakta yang ditemukan oleh penyidik kepolisian ke dalam proses hukum militer.

Peradilan Militer Dinilai Tepat

Dalam pandangannya, penerapan peradilan militer terhadap oknum TNI yang terlibat merupakan langkah tepat sesuai prinsip lex specialis yang berlaku di Indonesia. Mekanisme ini diyakini mampu memberikan kepastian hukum serta penanganan khusus terhadap pelanggaran serius yang melibatkan prajurit.

Meski demikian, Ardy mengakui adanya aspirasi dari sebagian masyarakat yang menginginkan agar kasus pidana umum seperti ini juga dapat diadili di peradilan umum guna menjamin transparansi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, Ardy menilai kinerja Pom TNI dalam kasus ini merupakan ujian integritas yang berhasil dijawab dengan baik.

“TNI memiliki sistem peradilan militer yang diatur dalam undang-undang. Kami meyakini Puspom TNI akan tetap transparan dalam proses penyidikan hingga persidangan para terduga,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta ini.

Ia juga mendorong partisipasi publik untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting untuk memastikan akuntabilitas serta menjaga kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.

Dengan langkah cepat dan komitmen yang ditunjukkan, Ardy menilai penanganan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum di lingkungan TNI berjalan profesional dan terbuka.

TEGAS

TEGAS bermaksud menghimpun, membina, memajukan Hukum, Keamanan, Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan Sosial Indonesia melalui kegiatan sosial, diskusi dan pembekalan dalam bidang Sosial Kemandirian untuk kepentingan kemanusiaan dan Hak-hak azasi manusia.

Map

© tarunaemasgenerasibangsa-Tegas.com. All Rights Reserved.

Ketua Umum TEGAS: Pom TNI Tunjukkan Komitmen Hukum Tanpa Pandang Bulu dalam Kasus Aktivis KontraS

Ketua Umum TEGAS: Pom TNI Tunjukkan Komitmen Hukum Tanpa Pandang Bulu dalam Kasus Aktivis KontraS

Jakarta, BULIR.ID – Ketua Umum Taruna Emas Generasi Bangsa (TEGAS), Dr MM Ardy Mbalembout, S.H., M.H., McIarb, memberikan apresiasi terhadap kinerja Polisi Militer TNI (Pom TNI) dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis, seperti yang terjadi pada Andrie Yunus pada Maret 2026.

Menurut Ardy, langkah cepat, tegas, dan transparan yang dilakukan Puspom TNI menunjukkan keseriusan institusi militer dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggotanya sendiri.

“Publik dan pengamat hukum patut memberikan apresiasi atas respons cepat Pom TNI dalam mengusut kasus ini, termasuk mengamankan terduga pelaku dalam waktu singkat serta membuka informasi secara transparan,” ujar Ardy dalam keterangannya.

Ardy menilai, kesigapan TNI dalam menangani perkara ini menjadi indikator penting profesionalisme institusi. Penangkapan terduga pelaku, termasuk yang berasal dari kalangan perwira, dinilai sebagai langkah berani untuk memastikan tidak adanya impunitas di tubuh TNI.

Sosok yahg juga merupakan praktisi hukum di Lawfirm Ardy Mbalembout ini menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa setiap pelanggaran hukum, siapa pun pelakunya, akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, Ardy juga menyoroti sinergi antara Polda Metro Jaya dan Puspom TNI dalam mengungkap kasus ini. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat proses penegakan hukum melalui integrasi fakta-fakta yang ditemukan oleh penyidik kepolisian ke dalam proses hukum militer.

Peradilan Militer Dinilai Tepat

Dalam pandangannya, penerapan peradilan militer terhadap oknum TNI yang terlibat merupakan langkah tepat sesuai prinsip lex specialis yang berlaku di Indonesia. Mekanisme ini diyakini mampu memberikan kepastian hukum serta penanganan khusus terhadap pelanggaran serius yang melibatkan prajurit.

Meski demikian, Ardy mengakui adanya aspirasi dari sebagian masyarakat yang menginginkan agar kasus pidana umum seperti ini juga dapat diadili di peradilan umum guna menjamin transparansi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, Ardy menilai kinerja Pom TNI dalam kasus ini merupakan ujian integritas yang berhasil dijawab dengan baik.

“TNI memiliki sistem peradilan militer yang diatur dalam undang-undang. Kami meyakini Puspom TNI akan tetap transparan dalam proses penyidikan hingga persidangan para terduga,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta ini.

Ia juga mendorong partisipasi publik untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting untuk memastikan akuntabilitas serta menjaga kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.

Dengan langkah cepat dan komitmen yang ditunjukkan, Ardy menilai penanganan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum di lingkungan TNI berjalan profesional dan terbuka.

TEGAS

TEGAS bermaksud menghimpun, membina, memajukan Hukum, Keamanan, Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan Sosial Indonesia melalui kegiatan sosial, diskusi dan pembekalan dalam bidang Sosial Kemandirian untuk kepentingan kemanusiaan dan Hak-hak azasi manusia.

Map

© tarunaemasgenerasibangsa-Tegas.com. All Rights Reserved.

Soal Kasus Andrie Yunus, Ketum TEGAS: Kinerja Pom TNI Jadi Bukti Tegas Tanpa Impunitas

Soal Kasus Andrie Yunus, Ketum TEGAS: Kinerja Pom TNI Jadi Bukti Tegas Tanpa Impunitas

Jakarta, INDONEWS.ID – Ketua Umum Taruna Emas Generasi Bangsa (TEGAS), Dr MM Ardy Mbalembout, S.H., M.H., McIarb, memberikan apresiasi terhadap kinerja Polisi Militer TNI (Pom TNI) dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis, seperti yang terjadi pada Andrie Yunus pada Maret 2026.

Menurut Ardy, langkah cepat, tegas, dan transparan yang dilakukan Puspom TNI menunjukkan keseriusan institusi militer dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu, termasuk terhadap anggotanya sendiri.

“Publik dan pengamat hukum patut memberikan apresiasi atas respons cepat Pom TNI dalam mengusut kasus ini, termasuk mengamankan terduga pelaku dalam waktu singkat serta membuka informasi secara transparan,” ujar Ardy dalam keterangannya.

Ardy menilai, kesigapan TNI dalam menangani perkara ini menjadi indikator penting profesionalisme institusi. Penangkapan terduga pelaku, termasuk yang berasal dari kalangan perwira, dinilai sebagai langkah berani untuk memastikan tidak adanya impunitas di tubuh TNI.

Sosok yahg juga merupakan praktisi hukum di Lawfirm Ardy Mbalembout ini menegaskan bahwa tindakan tegas tersebut mengirimkan pesan kuat bahwa setiap pelanggaran hukum, siapa pun pelakunya, akan diproses sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, Ardy juga menyoroti sinergi antara Polda Metro Jaya dan Puspom TNI dalam mengungkap kasus ini. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat proses penegakan hukum melalui integrasi fakta-fakta yang ditemukan oleh penyidik kepolisian ke dalam proses hukum militer.

Peradilan Militer Dinilai Tepat

Dalam pandangannya, penerapan peradilan militer terhadap oknum TNI yang terlibat merupakan langkah tepat sesuai prinsip lex specialis yang berlaku di Indonesia. Mekanisme ini diyakini mampu memberikan kepastian hukum serta penanganan khusus terhadap pelanggaran serius yang melibatkan prajurit.

Meski demikian, Ardy mengakui adanya aspirasi dari sebagian masyarakat yang menginginkan agar kasus pidana umum seperti ini juga dapat diadili di peradilan umum guna menjamin transparansi yang lebih luas.

Secara keseluruhan, Ardy menilai kinerja Pom TNI dalam kasus ini merupakan ujian integritas yang berhasil dijawab dengan baik.

“TNI memiliki sistem peradilan militer yang diatur dalam undang-undang. Kami meyakini Puspom TNI akan tetap transparan dalam proses penyidikan hingga persidangan para terduga,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta ini. 

Ia juga mendorong partisipasi publik untuk ikut mengawasi jalannya proses hukum. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting untuk memastikan akuntabilitas serta menjaga kepercayaan terhadap institusi penegak hukum.

Dengan langkah cepat dan komitmen yang ditunjukkan, Ardy menilai penanganan kasus ini menjadi bukti nyata bahwa penegakan hukum di lingkungan TNI berjalan profesional dan terbuka.

TEGAS

TEGAS bermaksud menghimpun, membina, memajukan Hukum, Keamanan, Pendidikan, Kesehatan, Kesejahteraan Sosial Indonesia melalui kegiatan sosial, diskusi dan pembekalan dalam bidang Sosial Kemandirian untuk kepentingan kemanusiaan dan Hak-hak azasi manusia.

Map

© tarunaemasgenerasibangsa-Tegas.com. All Rights Reserved.